Menurut Kantor Berita ABNA, acara untuk menghormati aktivitas para jurnalis dan staf Kantor Berita Internasional ABNA, pada Rabu (16/8) dengan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal dan para pejabat Lembaga Internasional Ahlulbait as.
Dalam acara ini, Ayatullah Reza Ramezani, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as, mengucapkan selamat Hari Jurnalis dan berterima kasih atas upaya staf dan redaksi Kantor Berita ABNA. Dalam pertemuan itu, ia berkata, “ Penyelenggaraan berorganisasi adalah salah satu tugas terpenting dan saya berterimakasih kepada manajemen dan staf ABNA karena telah berorganisasi dengan baik. Selain memperkuat konten, kantor berita yang menyajikan beragam bahasa dunia ini juga harus lebih aktif.”
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as ini lebih lanjut menyatakan bahwa jurnalisme adalah jenis narasi, dan menambahkan, “Ketika pekerjaan pemberitaan dan penyebaran informasi dilakukan, kita mengingat Sayidah Zainab sa dan perilakunya adalah contoh yang jelas dari etika media. Sayidah Zainab sa memiliki narasi yang paling indah tentang peristiwa Asyura dan dia mampu menjelaskan bagaimana dan mengapa peristiwa Karbala terjadi.”
Guru Besar dari Hauzah Ilmiah Iran ini menambahkan, “Sayidah Zainab sa tidak mengizinkan distorsi dibuat tentang peristiwa Asyura, dan jika kita terhubung ke dokumen utama, kita dapat melihat bahwa dia melakukan jihad besar dan mencegah terjadinya distorsi verbal dan spiritual dalam peristiwa Asyura.”
Merujuk pada karakteristik sistem Islam, Ayatullah Ramezani menyatakan, “Dalam sistem Machiavellian segala cara digunakan untuk kekuasaan dan konsolidasi, sedangkan dalam sistem Islam tidak demikian. Manajemen masa depan adalah milik mereka yang mempromosikan jenis etika dan rasionalitas terbaik. Di Barat, kita sedang menyaksikan krisis moral dan spiritual, yang merupakan krisis strategis.”
Ayatullah Ramezani lebih lanjut mengatakan tentang misi media menuju Revolusi Islam Iran, “Revolusi Islam adalah keajaiban abad ini, dan dalam diskusi media, kita harus memperhatikan fakta bahwa peristiwa besar terjadi setelahnya, dan musuh mencari revolusi untuk tidak melanjutkan. Pemimpin revolusi mengatakan bahwa musuh terus-menerus berbicara tentang runtuhnya sistem Islam dalam enam bulan ke depan; Puluhan dari enam bulan ini telah berlalu, tetapi sistem Islam tetap ada.”
“Apa yang perlu kita pertimbangkan hari ini setelah keajaiban abad ini dan pencapaiannya adalah menyuntikkan harapan akan masa depan ke dalam umat manusia; Mempromosikan keputusasaan tidak merespons dan tidak membuahkan hasil apa pun. Kita tidak boleh kecewa dengan gerakan besar yang telah terjadi ini, tugas kita adalah mengambil langkah-langkah efektif sesuai dengan harapan revolusi Islam di hati kaum tertindas.” Tambahnya.
Ayatullah Ramezani selanjutnya menganggap Kantor Berita ABNA berada di jalur transformasi dan menyatakan, “Kantor Berita ABNA telah semakin maju, baik dalam kinerja, kuantitas pemberitaan dan profesionalisme. Kantor berita ini harus mengambil langkah besar; Langkah-langkah ini membutuhkan wawasan yang luas dan saat ini telah tersedia platform yang baik untuk kegiatan di kantor berita ABNA dalam hal fasilitas.”
“Sebagai media berita dunia Islam Syiah, Kantor Berita ABNA harus merencanakan kegiatan pada isu-isu seperti keteladanan Ahlulbait as dan memperkenalkan kepribadian dan institusi Syiah di dunia.” Tambahnya.
Mengacu pada Arbain Husaini, Ayatullah Ramezani mengatakan, “Kantor Berita ABNA dapat berperan pada momen Arbain dan menyiapkan berbagai program untuk acara penting ini. Ziarah Arbain merupakan peristiwa besar yang belum mampu kita analisa dengan baik. Orang-orang merdeka di dunia, baik muslim maupun non muslim, menghadiri peringatan Arbain, dan kita harus melakukan kegiatan untuk menceritakan peristiwa besar ini.”
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as mengatakan tentang perhatiannya pada Kantor Berita ABNA. Ia berkata, “Saya mengikuti Kantor Berita ABNA setiap hari dan mengunjungi kantor berita ini beberapa kali. Hari ini, Kantor Berita ABNA telah menemukan sistem yang lebih baik dan para timnya harus menerima pelatihan yang diperlukan agar lebih efektif di arena internasional. Untuk memperdalam programnya, Kantor Berita ABNA harus memiliki interaksi yang efektif dengan berbagai wakil ketua Lembaga Internasional Ahlulbait as seperti Saqalain Network, Ashura International Foundation, dan Universitas Ahlulbait as.
Di akhir penyampaiannya, Ayatullah Ramezani mengatakan, “Kantor Berita ABNA harus bertindak di bagian produksi konten sedemikian rupa sehingga memperoleh otoritas ilmiah dan bahkan otoritas spiritual.”
Abdul Hossein Kalantari, kepala Dewan Kebijakan Kantor Berita ABNA, juga mengucapkan terima kasih kepada Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as dalam acara ini. Menurutnya kepemimpinan Ayatullah Ramezani telah membuat perubahan mendasar dan termasuk dengan dukungan Ayatullah Ramezani Kantor Berita ABNA mengalami renovasi dengan ukuran lebih luas dan lebih baik.”
Deputi Budaya dan Sosial dan Penasehat Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as mengacu pada kegiatan Kantor Berita ABNA, menyatakan, “Selama periode ketika kami menyaksikan perubahan dalam gedung ABNA, kegiatan kantor berita terus berjalan, yang berkat manajemen bapak Sadrai Arif, kepala media ini, saya sangat berterima kasih padanya.”
Menekankan perspektif luas dari dewan pembuat kebijakan kantor berita ABNA, Kalantari mengatakan: "Kami tidak memiliki batasan untuk membuat perkembangan besar dan ahli, dan semua anggota dewan yang nyata dan sah mendukungnya. Dewan Kebijakan selalu dan akan menjadi pembantu dan wakil dari Kantor Berita ABNA.”
Apresiasi dan penghargaan atas jerih payah jurnalis dan staf Kantor Berita ABNA menjadi program terakhir dari upacara ini.
Disebutkan, Mr. Hassan Sadraei Aref, Kepala Kantor Berita ABNA, dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan laporan tentang program, prioritas, dan kebijakan yang diambil kantor berita ini.